in

Analisis Pergantian Pemain Tottenham, Menyimpan dari Kebiasaan Sepak Bola Pragmatis Mourinho

Analisis Pergantian Pemain Tottenham – Seperti yang kita ketahui pertandingan yang mempertemukan antara Tottenham Hotspurs dan West Ham United berakhir imbang 3-3. Pertandingan yang bertajuk derby London tersebut diwarnai berbagai kejutan.

Skor imbang sama kuat dan gelontoran gol yang tercipta sejatinya tidak menggambarkan secara menyeluruh pertandingan. Pertandingan sesungguhnya terjadi di 20 menit awal pertandingan dan 20 menit menjelang berakhirnya bertandingan.

Berikut analisis pergantian pemain Tottenham dan pendekatan Mourinho dalam sebuah pertandingan.

Penempatan Tiga Gelandang Mobile di Sektor Gelandang Tengah

Analisis pergantian pemaian tottenham, tiga gelandang mobile menjadi kunci permainan

Setelah peluit kick off dibunyikan, The Lily white sebagai tim tuan rumah terlebih dahulu mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan skema formasi 4-3-3, Mourinho menjadikan Harry Kane sebagai poros serangan.

Sama seperti laga pekan sebelumnya saat menghadapai Manchester United, mou kembali memasang tiga gelandang pekerja di lini tengah. Pierre-Emile Højbjerg, Tanguy Ndombele, dan Moussa Sissoko mendapat kesempatan bermain.

Dengan kembali memasang tiga gelandang tipe petarung di lini tengah, permainan Spurs lebih stabil dan seimbang. Namun keberadaan tiga gelandang tersebut membuat tim sedikit kehilangan kreativitas dilini tengah. Kreativitas yang biasa ditawarkan Giovani Lo Celso saat bermain.

Bermain Tanpa Playmaker Murni

Analisis pergantian pemain tottenham, Tottenham bermain tanpa playmaker murni

Akan tetapi Mourinho mampu menyiasati minimnya kreativitas lini tengah dengan memanfaatkan kombinasi tiga penyerangnya di depan. Kombinasi Harry Kane dan Son Heung-min yang sedang on fire serta dilengkapi penampilan eksplosif Steven Bergwijn.

Kemampuan playmaking Kane serta Son yang semakin klinikal di depan gawang membuat permainan Spurs menjadi lebih simpel namun efektif. Sangat mempresentasikan gaya bermain Mou yang mengandalkan sepak bola Pragmatis.

Mengandalkan Transisi Cepat dan Serangan Balik

Analisis pergantian pemain tottenham, skema serangan balik

Tottenham memainkan sepak bola yang efektif dan sabar dalam memanfaatkan momentum setiap serangan. Bermain aman serta memberikan efek kejut dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Seperti proses terjadinya gol pertama yang dicetak Son. Kane yang turun jauh ke area permainan sendiri, berhasil mengirimkan umpan jauh langsung ke area pertahanan West Ham. Serangan tersebut memanfaatkan kesalahan West Ham dalam melakukan transisi bertahan setelah gagal melakukan serangan.

Analisis pergantian pemain tottenham, peran baru Harry kane

Begitu pula dengan gol kedua yang dicetak Harry Kane. Serangan balik yang yang berawal dari pergerakan Kane, melakukan kombinasi bersama Bergwijn dan Son, Spurs kembali mengancam. Tapi sayangnya Son gagal mengkonversi peluang di depan gawang.

Akan tetapi, bola kembali dalam penguasaan Son yang kemudian memberikan bola kembali ke Kane. Kane dengan cerdik melakukan gerakan tipuan dan berkelit dari hadangan Rice berhasil mengkonversi bola menjadi gol dengan tendangan keras mendatar ke arah kanan gawang yang di kawal Fabiański.

Setelah gol kedua tercipta, berselang beberapa menit kemudian melalui transisi cepat, Harry Kane berhasil mencetak gol ketiga. Transisi cepat The Lily white berhasil mengejutkan The Hammer melalui kombinasi cepat Kane, Son, dan Reguilón.

Reguilón yang berlari cepat menyirir sisi kiri berhasil memberikan umpan lambung matang kepada Kane setelah mendapatkan umpan terobosan dari Son.

Peran Tambahan Harry Kane di Lini Depan

Melihat proses ketiga gol yang tercipta tersebut, nampak jelas peran Kane begitu dominan. Posisi Kane dalam pola formasi 4-3-3 mendapatkan peran lebih dalam membangun serangan. Alih-alih menjadi targetman yang cenderung menunggu didepan, Kane malah terlihat seperti Playmaker dalam pola permainan yang dimainkan Tottenham.

Peran yang membuat penyerang utama timas Inggris tersebut bermain lebih bebas dan berkreasi di area antara pemain gelandang dan bertahan lawan. Sekilas seperti peran yang dimainkan Messi saat dilatih Pep Guardiola. Pep menamai peran tersebut dengan Zona Messi.

Sebuah peran yang dimainkan oleh seorang pemain depan, akan tetapi beroperasi di area antara gelandang dan pemain bertahan lawan. Peran ini identik dengan skema formasi tiga penyerang. Biasanya pemain yang memerankan peran ini memiliki kemampuan passing, dribbling dan visi bermain yang baik.

Tugas utama pemain yang bermain di posisi ini ialah menarik pemain bertahan lawan sehingga dua penyerang di sisi kiri-kanan mendapatkan ruang. Peran ini juga dikenal dengan istilah false nine.

Analisis tentang Pergantian Pemain Tottenham Hotspurs di Luar Kebiasaan Mou

Kembali ke pertandingan Spurs dan West Ham, babak pertama menjadi panggung sempurna bagi Morinho dengan sepak bola efektifnya. Setidaknya skema yang dijalankannya berjalan sempurna hingga menit ke 70.

Terjadi hal yang tidak biasa dalam hal pergantian pemain yang dilakukannya. Kita kenal Mou adalah pelatih yang menganut sepak bola “Prgamatis”, dimana dia akan bermain aman dan selalu melakukan pertimbangan yang cermat dalam hal pergantian pemain. Analisis pergantian pemain Tottenham yang dilakukan akan cenderung bertujuan untuk mengamankan hasil pertandingan.

Saat timnya unggul, memasukkan pemian bertahan atau pemain yang memiliki naluri lebih bertahan menjadi kebiasaan. Akan tetapi tidak terjadi dalam pertadingan ini.

Padahal saat menghadapi Manchester united, Tottenham asuhan Mou tetap bermain pragmatis dan berhati-hati kendati United bermain dengan 10 pemian sejak menit 28. Keunggulan jumlah pemain setelah Anthony Martial mendapat kartu merah setelah terlibah friksi dengan Erik Lamela.

Bahkan setelah unggul dengan skor 1-5, Mou tetap bermain aman dalam melakukan pergantian pemain. Memasukkan Dele Alli menggantikan Tanguy Ndombélé merupakan pergantian yang wajar.

Mengingat kedua pemain tersebut berposisi dan peran yang serupa di lini tengah. Akan tetapi pergantian pemain Ben Davies yang masuk menggantikan Son Heung-min menunjukkan kehati-hatian dan pragmatisnya pendekatan yang dilakukan.

Dalam pertandingan tersebut akhirnya Tottenham Hotspurs berhasil melumat Manchester United dengan skor telak 1-6. Menjadi tim yang behasil mencetak lebih dari 5 gol setelah Manchester City melakukan hal serupa di tahun 2011.

Akan tetapi, pendekatan yang berbeda dilakukan Mourinho saat melakukan pergantian pemain menghadapi West Ham. Pergantian pemainnya cederung tidak biasa dan diluar kebiasaan yang dilakukan di pertandingan yang telah dilalui sebelumnya. Dia tetap memainkan sepak bola “normal” dengan pergantian yang dimainkan.

Normal dalam artian, dia tetap melakukan pergantian pemain sesuai dengan posisi dan peran. Bahkan masuknya Bale dan Moura membuat Spurs bermain lebih menyerang. Mengingat kedua pemain tersebut kurang memiliki kemapuan bertahan. Pendekatan yang jarang sekali dilakukan.

Baca juga: Durasi Permainan Sepak Bola

Analisis Pergantian Pemain (Momentum Kebangkitan West Ham)

Alhasil, West Ham yang bermain keluar menyerang berhasil memanfaatkan kondisi tersebut. Melalui skema tendangan bebas, Balbuena berhasil memperkecil ketertinggalan timnya memanfaatkan umpan akurat yang dikirim Cresswell.

The Hammer kembali berhasil mencetak gol kedua melalui gol bunuh diri yang dilakukan Davinson Sánchez. Berawal dari kurang sempurnanya sapuan bola yang dilakukan Moussa Sissoko. kombinasi permainan antara Soucek, Yarmolenko dan Coufal berhasil mengelabui Reguilón dan Moura di sisi kiri pertahanan Spurs.

Umpan silang yang dikirim Coufal gagal diantisipasi dengan baik oleh Sánchez. Bermaksud menghalau bola, sundulan yang dilakukannya malah masuk ke gawang timnya sendiri.

Analisis Pergantian Pemain (Kegagalan Menuntaskan Peluang untuk Mengakhiri Pertandingan)

Alih-alih bermain lebih rapat dan mengamankan skor pertandingan. Tottenham tetap bermain normal dan berhasil menciptakan peluang. Salah satunya melalui Gareth Bale yang melakukan manuver di lini depan. Namun aksi Bale gagal menghasilkan gol.

Kesalahan Antisipasi Bola dan Blunder Harry Wink

Pada akhirnya Spurs kembali kecolongan gol di menit akhir pertandingan. Berawal dari tendangan bebas disisi kanan pertahanan Spurs. Cresswell mengirimkan umpan ke daerah pertahanan Tottenham.

Kane berhasil menghalau bola, akan tetapi second ball gagal diamankan Harry Wink. Tidak terduga datang dari lini kedua, memanfaatkan bola liar Lanzini melesakkan tendangan spekulasi dan berhasil menempatkan bola di pojok kanan gawang Hugo Lloris. Lanzini berhasil membuat skor imbang 3-3.

Analisis Pergantian Pemain yang di Luar Kebiasaan Mou Berakhir Anti Klimaks

Alhasil, pertandingan yang awalnya berjalan sempurna akhirnya harus anti klimak di penghujung laga. Bisa jadi sedikit perubahan pendekatan pergantian pemain menjadi penyebabnya. Sebagai pelatih Jose Mourinho tentu saja punya pertimbangan tersendiri tentang keputusannya tersebut.

Akan tetapi, keputusan yang dibuatnya tersebut terkesan janggal. Seperti kita tidak melihat Mou seperti biasa yang selalu bermain aman dan penuh kahati-hatian dengan sepak bola pragmatisnya. Berdasarkan analisis pergantian pemain Tottenham tersebut, perubahan yang dilakukan berdapak besar bagi hasil pertandingan.

Kedepan, hasil ini bisa menjadi evaluasi tim untuk kembali menemukan fokus di penghujung laga. Mengingat musim ini bisa jadi musim terakhir bagi pelatih asal Portugal ini untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai The Special one. Julukan yang selalu melekat sejak keberhasilannya meraih gelar bergengsi Eropa.

Baca Juga: Profil klub Liga Champions

What do you think?

Written by Eno Ismail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profil Klub dan Prediksi Liga Champions 2020-2021

Sejarah Evolusi Formasi Sepak Bola